Tanpa kejernihan hidup yang bagaimana, manusia bisa berdamai dengan kematian ? Tak ada kebaikan yang tak berbalas, tak ada keburukan yang tak bersanksi. My wisdom goes over the sea of wild wisdom

28 Februari 2026

DISFUNGSI EPISTEMOLOGIS NEGARA

NEGARA INDONESIA sekarang bukanlah Indonesia yang ada dalam Pembukaan UUD 1945.  Sejak era reformasi UUD diamandemen berkali-kali tapi bukannya makin kuat justru semakin jauh dari spirit yang wariskan para pendiri bangsa. Prinsip demokrasi Pancasila resmi digantikan oleh prinsip demokrasi liberal sejak tahun 2001, sila ke-4 Pancasila resmi dibuang sejak tahun tersebut. Padahal, demokrasi adalah cara berbangsa-bernegara sekaligus cara mencapai tujuan negara, dan satu-satunya model demokrasi yang cocok di Indonesia hanyalah demokrasi Pancasila. 

Secara prinsip, demokrasi liberal berfokus pada kuantitas (suara) dengan asumsi kualitas individu warga negara  dianggap baik dan homogen, sementara demokrasi Pancasila berfokus pada kualitas (akomodasi nilai-nilai kearifan melalui perwakilan dalam  permusyawaratan) dengan mempertimbangkan kemajemukan masyarakat dan realitas kesenjangan yang ada.


Demokrasi liberal yang kini diterapkan bukan hanya tidak efisien (mahal) namun juga tidak efektif. Demokrasi liberal justru melemahkan persatuan Indonesia : mencabik-cabik "bhineka tunggal Ika" dan meningkatkan gesekan baik horizontal di masyarakat maupun vertikal terhadap pemerintah. Tanpa demokrasi yang benar Indonesia seolah buta-bergerak tanpa arah, dan tanpa persatuan yang kokoh Indonesia seolah lumpuh-tidak bisa berbuat banyak. Sebagai epistemologi, dua sila Pancasila (ke-3 dan ke-4) ini sudah tidak difungsikan sehingga tujuan bangsa-negara terancam gagal tercapai.





Demokrasi kita saat ini memberi panggung seluas-luasnya pada orang-orang tidak kompeten bahkan bandit "yang dimodali" untuk menentukan nasib dan hajat hidup orang banyak; kecerdasan, kearifan,  kepakaran, ketulusan, dan integritas etik tidak lagi terlalu dihargai.


Entah bagaimana cara mengembalikan demokrasi Pancasila tegak lagi di bumi Indonesia,  sementara sudah terlanjur banyak yang menikmati sistem yang liberal "barbar" ini. Semoga suatu masa kelak terjadi reformasi sungguhan.  You may say I'm a dreamer, but I'm not the only one.


_____________

Penulis 

Hamdan A Batarawangsa




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar pada space yang tersedia. Komentar akan muncul setelah disetujui Admin.