Tanpa kejernihan hidup yang bagaimana, manusia bisa berdamai dengan kematian ? Tak ada kebaikan yang tak berbalas, tak ada keburukan yang tak bersanksi. My wisdom goes over the sea of wild wisdom

14 Februari 2026

Leading Economic Index Indonesia 2026

Sebelumnya sudah saya singgung siklus-siklus utama ekonomi dunia seperti Kondratief, Kuznets, Juglar, dan Kitchin (topik Ekonomi pada BATARAGEMA.COM https://bataragema indonesia.blogspot com), yang menempatkan Indonesia saat ini pada posisi menguntungkan, menjadi anomali terhadap posisi negara-negara besar dunia yang sedang downtrend. Siklus-siklus ini cukup menjelaskan apa yang saat ini terjadi dan memprediksi masa depan kehidupan umat manusia hingga 50-60 tahun ke depan. 

Analisa siklus-siklus utama di atas yang berhubungan dengan Indonesia  dikuatkan oleh analisa LEI (Leading Economic Index) yang disampaikan dalam forum "Indonesia Economic Outlook 2026" baru-baru ini : 


1. Status index Indonesia berada dalam fase ekspansi (uptrend);

2. Realisasi investasi khususnya sektor hilirisasi mineral dan ekonomi hijau menunjukan "pipeline" proyek yang kuat;

3. Ekspansi manufaktur tumbuh 5,7% secara tahunan meski mendapat pelemahan permintaan;

4. Perdagangan dalam posisi surplus berkat ekspor produk hilirisasi;

5. Resiko resesi sangat rendah;

6. Keyakinan konsumen tinggi;

7. Inflasi terkendali 2,5--3,5%;


Secara umum dapat disimpulkan bahwa analisa LEI menunjukan mesin ekonomi Indonesia cukup kuat terhadap guncangan global.   


Dalam aspek investasi, pada pertengahan Februari 2026 kekuatan fundamental ekonomi  Indonesia dibuktikan dengan terjadinya rebound (bangkit kembali) IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) BEI setelah dua pekan sebelumnya diuji oleh rilis  MSCI (Morgan Stanley Capital International) sebuah badan penyedia indeks saham dan alat analisis investasi global yang sangat berpengaruh di dunia. 


Setelah MSCI merilis "indeks yang rendah" pada beberapa saham-saham utama BEI/IDX, pada 28-29 Januari hingga pekan pertama Februari 2026 terjadi penurunan IHSG hingga 11%. Namun memasuki pekan kedua, IHSG kembali terapresiasi terutama dengan dukungan Danantara yang melakukan "buy back" pada saham-saham strategis BUMN.


_______



Penulis

Hamdan A Batarawangsa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar pada space yang tersedia. Komentar akan muncul setelah disetujui Admin.