Tanpa kejernihan hidup yang bagaimana, manusia bisa berdamai dengan kematian ? Tak ada kebaikan yang tak berbalas, tak ada keburukan yang tak bersanksi. My wisdom goes over the sea of wild wisdom
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

21 Januari 2026

SOLUSI HOLISTIK DIABETES TIPE 2


Solusi holistik adalah solusi yang meninjau akar masalahnya.














Diabetes Tipe 2 kini menjadi penyakit paling umum yang diderita orang Indonesia. Diabetes Tipe 2 disebabkan oleh kacaunya sistem tubuh dalam merespon gula di dalam darah. Pada kondisi normal, darah mengantarkan gula ke tiap sel tubuh didampingi oleh insulin yang berfungsi sebagai "juru kunci pembuka pintu" sel-sel tersebut.  Pada penderita Diabetes Tipe 2, pintu sel gagal terbuka meski insulin sudah mencoba melakukan pekerjaannya. Sel yang tidak menerima gula mengirim signal "lapar" ke pankreas, pankreas kemudian bekerja lebih keras hingga akhirnya kelelahan.  Tingginya gula darah dalam waktu lama menimbulkan peradangan kronis di pembuluh darah, neuropati, dan lain-lain.


Gagalnya fungsi insulin disebabkan oleh KEGEMUKAN atau kelebihan lemak khususnya di area perut. Kelebihan lemak menyebabkan asam lemak masuk ke sel (salah tempat). Asam lemak menghasilkan "asilgliserol" yang menghalangi kerja insulin. Tidak sampai disitu,  lemak di sekitar organ dalam (viseral) mengeluarkan Sitokin penyebab peradangan di sel. Peradangan ini menyebabkan sel kurang atau tidak merespon insulin. Kelebihan insulin dalam waktu lama  menyebabkan respon sel terhadap insulin menurun. 


Pada fase pra diabetik, gula darah masih normal tapi insulin dalam darah terlalu banyak. Ketika pankreas mulai lelah, insulin sedikit diproduksi sehingga gula darah melonjak. Saat pankreas lelah inilah disebut positif diabetes tipe 2.


Solusi holistik dan fundamental untuk Diabetes Tipe 2 sebagai berikut : 

1. Puasa dan konsumsi rendah karbo, bertujuan menurunkan kadar gula agar sel kembali sensitif terhadap insulin.

2. Latihan beban untuk mengolah otot. Otot membakar gula-lemak non stop selama 24 jam, bahkan disaat tidak beraktifitas. Latihan beban punya dua tujuan, yaitu (a) membakar gula-lemak di otot agar segera menyerap gula  darah, (b)  agar massa otot bertambah, semakin banyak sel otot akan semakin banyak gula darah  yang diserap.

3. Aktivitas fisik harian seperti jalan kaki, menyapu, mengepel, dll. Semakin aktif akan semakin baik.

4. Cukup tidur. Kurang tidur akan menambah masalah kerja insulin, memicu stress,  dan mempengaruhi kerja tubuh secara keseluruhan. 

5. Konsumsi probiotik rendah gula (misal tempe mentah) dan anti radang  (misal kunyit) untuk meminimalisasi peradangan yang berpengaruh pada kepekaan sel dalam merespon insulin.

6. Konsumsi suplemen yang banyak vitamin D dan magnesium.


Selain kegemukan, diabetes tipe 2 juga bisa saja disebabkan faktor epigenetik, paparan polutan, dan disregulasi ritme sirkadian. Solusi holistik di atas harus disesuaikan dengan kondisi tubuh, adanya bimbingan dari ahli sangat dianjurkan.

_________



Penulis

Hamdan A. Batarawangsa


26 Mei 2025

PERNAPASAN MANUSIA


Sistem pernapasan pada manusia adalah sekumpulan organ yang terlibat dalam proses pernapasan, yaitu pertukaran oksigen dan karbon dioksida dalam darah. 



Seseorang dapat dikatakan memiliki laju pernapasan normal apabila ia bernapas sebanyak 12–20 kali per menit saat istirahat dan berlangsung secara berkesinambungan.


Organ-Organ Sistem Pernapasan pada Manusia

Sistem pernapasan manusia terbagi menjadi dua, yaitu sistem pernapasan bagian atas dan bawah. Berikut ini adalah penjelasannya:


Sistem pernapasan bagian atas

Organ di dalam sistem pernapasan bagian atas manusia, yaitu:

1). Rongga hidung, terdiri atas selaput lendir dan rambut halus yang berfungsi untuk menyaring partikel debu atau kotoran dari udara yang masuk ke hidung

2). Sinus, yaitu rongga berisi udara di sepanjang sisi hidung yang berperan untuk mengatur suhu dan kelembapan udara yang dihirup

3). Faring, untuk menyalurkan udara yang masuk dari hidung atau mulut guna diteruskan ke trakea

4). Laring, yaitu ruangan kecil sebelum trakea yang berisi pita suara


Sistem pernapasan bagian bawah

Beberapa organ dalam sistem pernapasan bagian bawah meliputi:

1). Trakea, yaitu jalan napas utama menuju paru-paru yang terletak di bawah laring

2). Bronkus, cabang dari trakea yang berfungsi untuk meneruskan udara ke paru-paru dan cabang terkecilnya dikenal dengan bronkiolus

3). Paru-paru, terdiri dari jutaan alveolus yang menerima udara dari bronkiolus dan bertugas sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida

4). Diafragma, yaitu otot pernapasan utama yang dapat berkontraksi (menegang) dan berelaksasi (mengendur) secara bergantian sehingga membuat udara dapat masuk dan keluar dari paru-paru


Cara Kerja Sistem Pernapasan pada Manusia

Kerja sistem pernapasan pada manusia melibatkan semua organ pernapasan. Organ-organ ini bekerja sama untuk membantu tubuh dalam pertukaran gas antara paru-paru dan pembuluh darah, yang kemudian akan disalurkan ke seluruh bagian tubuh atau diembuskan ke udara.


Berikut ini adalah cara kerja sistem pernapasan pada manusia:

Ketika menarik napas atau inhalasi, diafragma dan otot-otot di antara tulang rusuk akan berkontraksi dan meluaskan rongga dada sehingga paru-paru bisa mengembang dan terisi udara.

Udara masuk lewat hidung dan mulut, kemudian melewati proses penyaringan partikel kecil oleh rambut hidung, lalu menuju ke trakea atau batang tenggorokan.

Udara dari trakea masuk ke paru-paru melewati saluran pernapasan yang disebut dengan bronkus dan bronkiolus, kemudian berujung di alveolus.

Ketika udara mencapai alveolus, terjadi proses pertukaran antara oksigen dan karbon dioksida pada pembuluh darah kecil bernama kapiler.

Oksigen masuk ke dalam kapiler, kemudian menumpang sel darah merah menuju ke jantung untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Di saat yang bersamaan, karbon dioksida masuk dari kapiler ke rongga paru.

Setelah pertukaran oksigen dan karbon dioksida selesai, otot diafragma dan tulang rusuk kembali rileks dan rongga dada kembali seperti semula. Udara yang mengandung karbon dioksida pun terdorong dari alveolus menuju ke bronkiolus, bronkus, trakea, hingga ke luar melalui hidung.

Selain berperan dalam pertukaran udara dan gas, sistem pernapasan juga dapat menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara yang dihirup serta berperan dalam proses berbicara dan penciuman.


Sistem pernapasan pada manusia memang tampak seperti hal yang sederhana. Namun, di balik setiap tarikan dan hembusan napas, terdapat kerja sama antarorgan yang cukup rumit guna mendapatkan oksigen untuk kelangsungan seluruh sistem dalam tubuh.


Bila satu organ tidak bekerja dengan baik, fungsi sistem pernapasan secara keseluruhan pun bisa terganggu. Gangguan pernapasan yang sering terjadi dan cukup berbahaya adalah

1) asma,

2). bronkitis,

3). penyakit paru obstruktif kronik (PPOK),

4). pneumonia,

5). TBC, dan

6). asfiksia atau lidah tertelan juga dapat menjadi salah satu gangguan pada saluran napas yang membahayakan jika tidak mendapatkan penanganan yang segera

7). Covid, dll.


Oleh karena itu, kesehatan sistem pernapasan harus dijaga dengan baik, misalnya dengan menghindari asap kendaraan, asap pembakaran, dan asap rokok, menggunakan masker, menghirup udara menggunakan hidung bukan mulut, dan berolahraga secara rutin.






15 November 2023

PERNAPASAN MANUSIA

Pernapasan adalah proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida dalam paru-paru yang melibatkan alveoli dan darah. Seseorang dapat dikatakan memiliki laju pernapasan normal apabila ia bernapas sebanyak 12–20 kali per menit saat istirahat dan berlangsung secara berkesinambungan.

Organ-Organ Sistem Pernapasan pada Manusia

Sebelum mengetahui cara kerja pernapasan pada manusia, mari kenali lebih dulu organ yang berperan dalam sistem ini. Pernapasan manusia terbagi menjadi dua, yaitu pernapasan bagian atas dan bawah. Berikut ini adalah penjelasannya:

Alat Pernapasan Atas

Ada beberapa organ di dalam sistem pernapasan bagian atas manusia, yaitu:

  • Rongga hidung, terdiri atas selaput lendir dan rambut halus yang berfungsi untuk menyaring partikel debu atau kotoran dari udara yang masuk ke hidung
  • Sinus, yaitu rongga berisi udara di sepanjang sisi hidung yang berperan untuk mengatur suhu dan kelembapan udara yang dihirup
  • Faring, untuk menyalurkan udara yang masuk dari hidung atau mulut guna diteruskan ke trakea
  • Laring, yaitu ruangan kecil sebelum trakea yang berisi pita suara

Alat Pernapasan Bawah

Beberapa organ dalam sistem pernapasan bagian bawah meliputi:

  • Trakea, yaitu jalan napas utama menuju paru-paru yang terletak di bawah laring
  • Bronkus, cabang dari trakea yang berfungsi untuk meneruskan udara ke paru-paru dan cabang terkecilnya dikenal dengan bronkiolus
  • Paru-paru, terdiri dari jutaan alveolus yang menerima udara dari bronkiolus dan bertugas sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida
  • Diafragma, yaitu otot pernapasan utama yang dapat berkontraksi dan berelaksasi secara bergantian sehingga membuat udara dapat masuk dan keluar dari paru-paru

Cara Kerja Sistem Pernapasan pada Manusia

Kerja sistem pernapasan pada manusia melibatkan semua organ pernapasan. Organ-organ ini bekerja sama untuk membantu tubuh dalam pertukaran gas antara paru-paru dan pembuluh darah, yang kemudian akan disalurkan ke seluruh bagian tubuh atau diembuskan ke udara.

Berikut ini adalah cara kerja sistem pernapasan pada manusia:

  • Ketika menarik napas atau inhalasi, diafragma dan otot-otot di antara tulang rusuk akan berkontraksi dan meluaskan rongga dada sehingga paru-paru bisa mengembang dan terisi udara.
  • Udara masuk lewat hidung dan mulut, kemudian melewati proses penyaringan partikel kecil oleh rambut hidung, lalu menuju ke trakea atau batang tenggorokan.
  • Udara dari trakea masuk ke paru-paru melewati saluran pernapasan yang disebut dengan bronkus dan bronkiolus, kemudian berujung di alveolus.
  • Ketika udara mencapai alveolus, terjadi proses pertukaran antara oksigen dan karbon dioksida pada pembuluh darah kecil bernama kapiler.
  • Oksigen masuk ke dalam kapiler, kemudian menumpang sel darah merah menuju ke jantung untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Di saat yang bersamaan, karbon dioksida masuk dari kapiler ke rongga paru.
  • Setelah pertukaran oksigen dan karbon dioksida selesai, otot diafragma dan tulang rusuk kembali rileks dan rongga dada kembali seperti semula. Udara yang mengandung karbon dioksida pun terdorong dari alveolus menuju ke bronkiolus, bronkus, trakea, hingga ke luar melalui hidung.

Selain berperan dalam pertukaran udara dan gas, sistem pernapasan juga dapat menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara yang dihirup serta berperan dalam proses berbicara dan penciuman.

Sistem pernapasan pada manusia memang tampak seperti hal yang sederhana. Namun, di balik setiap tarikan dan hembusan napas, terdapat kerja sama antarorgan yang cukup rumit guna mendapatkan oksigen untuk kelangsungan seluruh sistem dalam tubuh.

Bila satu organ tidak bekerja dengan baik, fungsi sistem pernapasan secara keseluruhan pun bisa terganggu. Gangguan pernapasan yang sering terjadi dan cukup berbahaya adalah asma, bronkitis, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), pneumonia, TBC, dan asfiksiaLidah tertelan juga dapat menjadi salah satu gangguan pada saluran napas yang membahayakan jika tidak mendapatkan penanganan yang segera.

Oleh karena itu, kesehatan sistem pernapasan harus dijaga dengan baik, misalnya dengan berhenti merokok atau menghindari asap rokok dan berolahraga secara rutin.

Jika Anda mengalami gejala adanya gangguan pada sistem pernapasan, seperti sesak napas atau batuk, apalagi yang sudah berlangsung lama, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

Penyakit dan Gangguan Pernapasan

1. Flu

Flu adalah gangguan pernapasan oleh virus influenza yang bisa terjadi pada hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Gejalanya yaitu pilek, sakit tenggorokan, bersin-bersindemam, kadang disertai batuk.

Penyakit flu biasanya cukup ringan, namun bisa berisiko bagi orang-orang dengan sistem imun yang lemah. Virus influenza juga mudah menular karena tersebar melalui udara atau menghirup percikan dahak penderita.

Cukup istirahat, konsumsi makanan bergizi, dan banyak minum dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.

2. Asma

Asma adalah penyakit peradangan kronik yang menyebabkan masalah pernapasan. Penyakit pernapasan ini terjadi saat saluran napas menyempit karena meradang atau tersumbat oleh lendir.

Tingkat keparahan asma bervariasi pada tiap orang, namun dengan pengobatan yang tepat, penderita dapat mengelola gejala, sehingga mampu beraktivitas seperti biasa.

Apa penyebab gangguan pernapasan kronik ini belum diketahui, namun yang jelas penyakit asma tidak dapat sembuh total. Mereka yang berisiko tinggi biasanya adalah orang dengan riwayat keluarga asma, menderita alergi pernapasan, atau pernah terserang penyakit pernapasan parah saat kanak-kanak.

Gejala asma biasanya, napas berbunyi (mengi), batuk, dan sesak napas. Untuk meminimalkan gejala, penderita wajib menggunakan obat pengontrol jangka panjang, serta melakukan latihan pernapasan juga dapat membantu (senam asma).

3. Tuberkulosis

Tuberculosis (TB) adalah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Jika tak segera mendapat perawatan medis, bakteri ini dapat menyerang jaringan paru-paru dan menyebar hingga menyebabkan kerusakan pada organ tubuh lainnya.

Gejala TB meliputi, batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu (bisa bercampur lendir atau darah), berat badan turun, tidak bernafsu makan, lemas, kelelahan, demam, dan gejala yang paling khas adalah berkeringat di malam hari.

Satu-satunya cara untuk mengobati TB adalah membasmi bakteri penyebabnya dengan antibiotik. Untuk jenis dan dosisnya disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi kesehatan penderita. Tidak jarang yang bersangkutan harus mengonsumsi beberapa macam antibiotik secara bersamaan.

4. Pneumonia/Radang Paru-Paru

Di dalam organ paru-paru kita terdapat alveoli atau kantung udara. Ketika terjadi infeksi, maka alveoli akan meradang dan berisi nanah atau lendir. Inilah yang terjadi ketika terserang pneumonia.

Gejala yang terjadi adalah mual, batuk berdahak, demam, banyak berkeringat, terasa nyeri pada dada (terutama ketika menarik napas, tertawa, dan batuk), tidak berselera makan, serta pusing, dan sesak.

Penyebab gangguan pernapasan ini bisa karena infeksi virus (Rhinovirus), bakteri (Streptococcus Pneumonia dan Legionella Pneumophila), atau jamur (Pneumocystis Jirovecii dan Cryptococcus Species).

Dokter biasanya merekomendasikan obat-obatan seperti antibiotik, parasetamol, dan ibuprofen untuk untuk membuat penderita lebih nyaman sekaligus membasmi mikroorganisme penyebabnya. Jika penderita dirawat inap, rumah sakit dapat memberikan terapi oksigen untuk mengurangi sesak napas.

5. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) sebenarnya mencakup dua jenis penyakit sistem pernapasan, yaitu emfisema dan bronkitis kronis. Emfisema adalah kerusakan pada alveoli (paru) sehingga elastisitasnya berkurang.

Akibatnya, fungsi kantung udara ini untuk menyalurkan udara jadi berkurang, sehingga oksigen dalam darah jadi berkurang dan terjadi penumpukan karbon dioksida dalam darah.

Sementara bronkitis kronis terjadi saat lapisan saluran napas teriritasi dan meradang sehingga menjadi bengkak dan menyempit. Akibatnya produksi lendir menjadi berlebih dan penderita sulit bernapas.

Sebagaimana dilansir dari website resmi WHO, sekitar 90% kasus kematian akibat PPOK terjadi pada penderita dengan usia di bawah 70 tahun dan di negara-negara berpenghasilan rendah/menengah.

Penyebabnya adalah polusi udara terutama di kawasan industri, menghirup tembakau atau terpajan asap rokok, merokok (baik konvensional maupun elektrik), dan juga faktor genetik. Gejala masalah pernapasan ini adalah sesak napas, mengi, dan batuk.

Selain pengobatan medis sesuai saran dokter, penderita perlu mengikuti program rehabilitasi paru. Program tersebut biasanya meliputi, mengubah pola makan menjadi lebih sehat, belajar teknik pernapasan yang tepat, dan berolahraga rutin.

6. Kanker Paru

Kanker paru terjadi ketika sel-sel mengalami kerusakan akibat menghirup bahan kimia berbahaya (uranium, arsenik, nikel, dll) dalam jangka panjang. Ini juga termasuk merokok. Pada kondisi yang lebih parah, kanker atau tumor paru-paru juga dapat menyebar ke kelenjar getah bening, tulang, otak dan hati.

Gejala umum yang terjadi biasanya, batuk, sesak napas, mengi (napas berbunyi), nyeri dada, kelelahan, dan penurunan berat badan secara signifikan.

Tindakan medis untuk mengatasi kanker umumnya dengan prosedur operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi sesuai tingkat keparahan kanker.

7. Covid

Covid merupakan singkatan dari Corona Virus.  Covid menyerang saluran pernapasan yang mengakibatkan saluran pernapasan dipenuhi lendir yang menutup sirkulasi oksigen. 

Pencegahan Penyakit Gangguan Pernapasan

Menggunakan masker  dapat mencegah gangguan pernapasan. Selain itu perlu menjaga kesehatan,  kebersihan, dan menerapkan kebiasaan baik, misalnya :

  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun terutama setelah aktivitas di luar
  • Hindari kontak dekat dengan orang yang menunjukkan gejala sakit
  • Sebaiknya tidak tinggal atau berkunjung ke kawasan industri terutama yang diketahui sumber polusi udara berbahaya
  • Berhenti merokok dan pastikan juga tidak menjadi perokok pasif
  • Kenakan masker standar seperti N95
  • Tetap laksanakan aturan “jaga jarak” ketika berada di tempat umum
  • Terapkan pola makan sehat dan seimbang
  • Berolahraga paling sedikit 30 menit setiap hari 

Jika curiga terserang penyakit gangguan pernapasan segeralah berkonsultasi pada dokter spesialis paru dan pernapasan. Dokter akan lebih mudah mengobati penyakit Anda jika diketahui pada tahap awal.

Sementara jika terjadi kondisi darurat akibat gangguan pernapasan seperti sesak napas berat atau kehilangan kesadaran segera hubungi IGD RS. Semakin cepat Anda bertindak, risiko terburuk akan lebih mungkin dihindari.

 

 

Sumber pustaka : HaloDokterCom/ dr. Airindya Bella dan RoyalProgressCom; Sumber gambar : tunuteducation.com

Diedit/disesuaikan oleh :

Hamdan Arfani, SPt.MM.MPd.


 

 


31 Oktober 2023

PENCERNAAN MANUSIA

Alat atau organ pencernaan terdiri dari :

1. Mulut; 2. Kerongkongan dan Esofagus; 3. Lambung; 4. Usus Halus; 5. Pankreas; 6. Hati; 7. Kantong Empedu; 8. Usus Besar; dan 9. Rektum/ Anus

Alat-alat  atau organ pencernaan adalah bagian tubuh yang berfungsi untuk mencerna serta mengolah makanan. Setiap organ pencernaan tersebut akan bekerja dengan cara menghaluskan, menyerap nutrisi (zat makanan), serta membuang limbah dari sisa proses pengolahan makanan.

Dalam menjalankan fungsinya, organ-organ pencernaan akan dikendalikan oleh sistem saraf, aliran darah, serta berbagai macam hormon di dalam tubuh. Bagian tubuh ini juga dibantu oleh enzim untuk mengoptimalkan proses penguraian makanan menjadi bagian yang lebih kecil.

1. Mulut

Mulut adalah bagian awal dari alat pencernaan manusia yang berfungsi untuk menghaluskan makanan agar lebih mudah dicerna oleh organ pencernaan lainnya. Di dalam mulut, proses pengolahan makanan juga dibantu oleh air liur yang mengandung enzim amilase untuk memecah karbohidrat menjadi glukosa.

2. Kerongkongan /Esofagus

Kerongkongan /esofagus merupakan saluran yang terdiri dari otot untuk menciptakan gerakan peristaltik (memeras) agar mampu membawa makanan yang telah dihaluskan dari mulut menuju lambung. Saluran ini memiliki panjang 20 sentimeter dan dilapisi oleh mukosa (lendir).

3. Lambung

Lambung merupakan alat pencernaan manusia yang berbentuk menyerupai huruf “J” dan terletak di perut bagian kiri atas. Fungsi lambung dalam sistem pencernaan adalah untuk mengolah makanan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan berbentuk setengah padat (kimus).

4. Usus Halus

Usus halus adalah saluran pencernaan yang bertugas menyerap berbagai macam nutrisi dari makanan, seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, serta mineral. Saluran ini memiliki panjang hingga 7 meter dan terdiri dari tiga bagian, yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), serta usus penyerapan (ileum).

5. Pankreas

Pankreas tidak dilewati oleh makanan, namun pankreas memiliki peran yang penting dalam pencernaan, yaitu untuk menghasilkan enzim pencernaan guna memecah berbagai macam nutrisi dalam makanan. Pankreas juga bertanggung jawab untuk memproduksi hormon insulin yang berfungsi menjaga kadar gula darah normal dalam tubuh.

6. Hati

Serupa dengan pankreas, hati juga tidak dilewati oleh makanan. Organ ini berfungsi memproduksi cairan empedu untuk melarutkan lemak di dalam usus halus agar lebih mudah diserap oleh tubuh. Selain itu, hati juga bertugas menyimpan glikogen yang digunakan sebagai energi cadangan di dalam tubuh.

7. Kantong Empedu

Kantong empedu adalah alat pencernaan yang bertanggung jawab untuk menyimpan serta mengentalkan cairan empedu yang telah disekresikan (dikeluarkan) oleh hati.

8. Usus Besar

Usus besar adalah saluran yang memiliki panjang sekitar 1,5 meter dan terdiri dari tiga bagian, yaitu sekum, kolon, dan rektum. Saluran ini bekerja dengan menyerap vitamin, air, serta elektrolit dari sisa makanan sebelum membentuk feses (kotoran).

9. Rektum / Anus

Rektum merupakan bagian terakhir dari usus besar yang berfungsi menyimpan feses sebelum dikeluarkan dari dalam tubuh. Jika sudah penuh, otot-otot di sekitar rektum akan berkontraksi (mengerut-merenggang) untuk mengeluarkan feses melalui anus.

Macam-Macam Gangguan Pencernaan

Macam-macam gangguan pencernaan diantaranya adalah 1. Diare, yaitu berupa seringnya  buang air besar yang disertai dengan feses berupa cairan/mencret. 2. Sembelit, yaitu susah atau jarang buang air besar. 3. Esofagitis, yaitu peradangan pada lapisan kerongkongan. 4. GERD, yaitu kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. 5. Tukak lambung, yaitu luka pada dinding lambung. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh efek samping obat-obatan atau infeksi bakteri Helicobacter pylori. 6.  Inflammatory bowel disease (IBD), yaitu peradangan kronis (terjadi sedikit demi sedikit dalam waktu lama) yang terjadi pada usus besar.  7. Wasir, yaitu pembengkakan pembuluh darah yang berada di rektum dan anus.

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan

Agar organ pencernaan dapat bekerja dengan baik, Anda dianjurkan untuk memperhatikan makanan serta menjalani pola hidup sehat.

Adapun sejumlah cara yang penting dilakukan untuk menjaga kesehatan dari setiap anatomi sistem pencernaan adalah sebagai berikut: 1). Mengonsumsi makanan tinggi serat (sayur dan buah) dan probiotik secara rutin (Yakult atau yoghurt). 2). Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat, seperti buah alpukat, ikan laut, yogurt, dan minyak zaitun. 3).  Minum air putih yang cukup. 4). Rutin berolahraga. 5).Menghindari stress terlalu lama. 6). Istirahat yang cukup.

Sumber :

Tim Medis Siloam Hospitals, disunting oleh Hamdan Arfani, S.Pt.,M.Pd., Guru SD Pelita Depok

22 Juni 2019

Cantengan Jempol Kaki

Saya agak khawatir ketika cantengan jempol kaki anak nampak muncul jaringan daging di sela kuku. Untunglah saya bertemu dengan kawan yang pernah punya pengalaman serupa. Kawan menyarankan untuk operasi kecil mencabut kuku pada jempol yang sakit itu.

Sebelumnya, anak saya sudah dua kali ke dokter, hanya diberi obat, sakitnya tidak kunjung sembuh.

Alhamdulillah, hari ini operasi cabut kuku sukses dan tidak memakan waktu lama. Semoga lekas sembuh.

11 Januari 2010

BIAYA RUMAH SAKIT MAHAL ?

Tepat pada hari ulang tahun Beliau, pada Rabu 6 Januari 2010 sekitar jam 12 siang kami membawa Ibunda ke Rumah Sakit (RS) Ananda, Pondok Ungu, Bekasi. Kami senang pihak RS segera menangani. Kesan bahwa RS melulu uang dan uang sama sekali tak nampak. Banyak pihak yang mengeluhkan tentang penanganan RS, bahwa beberapa RS terlebih dulu meminta pembayaran dimuka (deposit) sebelum dilakukan tindakan medik. Di RS Ananda, hal demikian sama sekali tak ada.

Sekitar satu jam Ibunda ditangani di bagian Gawat Darurat. Diagnosa sementara dokter, Ibunda mengalami stroke, maag kronis, dan sedikit gangguan pada paru-paru dan ginjal. Namun dokter menyatakan bahwa diagnosa tersebut masih menunggu hasil laboratorium. Wal hasil, hari itu Ibunda diinapkan di salah satu ruangan kelas ekonomi, namun ber AC. Ruang ekomomi tersebut sangat bersih dan rapi.

Setiap hari kami mengecek rekap biaya sementara yang bisa ditanyakan pada bagian keuangan RS. Biaya pada hari pertama sejumlah Rp. 2,7 Juta. Rekap biaya pada hari kedua sejumlah Rp. 4,7 Juta, dst. Sampai pada hari Sabtu 9 Januari jam 12.00, total biaya sudah sebesar Rp. 7.100.000.- Dari biaya sebesar itu, kami baru membayar Rp. 1.400.000,- yang kami cicil sebanyak 2 kali. Terus terang, meski telah menduga-duga, namun bagi kami, biaya parawatan mencapai 1 hingga 2 juta Rupiah per hari terasa sangat berat. Setiap hari adrenalin kami terpacu setelah mengetahui pertambahan biaya yang terus membumbung, padahal kondisi Ibunda belum lagi mampu duduk, apalagi berdiri. Pertanyaan besar kami : sampai kapan Ibunda diinapkan di RS? Berapa total biaya yang kelak harus kami bayarkan?

Di tengah kegalauan pikiran atas biaya RS yang terus bertambah, pada Minggu 10 Januari 2010, pihak keuangan RS Ananda mengkonfirmasi bahwa sehubungan besarnya biaya perawatan dan minimnya dana yang kami setorkan, RS Ananda bermaksud menghentikan pemberian obat-obatan yang merupakan variabel biaya yang paling besar. sebagai gantinya, dokter akan memberikan resep obat yang harus kami beli sendiri. Namun perawatan lainnya tetap seperti biasa.

Kami mengerti akan sikap manajemen RS Ananda. Bagi kami, sikap tersebut merupakan solusi yang paling bijaksana. Pihak RS mampu menekan resiko kerugian, sedangkan di pihak kami, kami mampu mengontrol pengeluaran karena memungkinkan membeli obat berdasarkan prioritas.

Mahalkah biaya perawatan - pengobatan di RS? Dalam hati kecil, saya pribadi berucap, bukan biayanya yang mahal, tapi sebagai warga negara, kamilah yang terlalu miskin sehingga untuk melindungi kebutuhan kesehatan saja kami tidak sanggup. Padahal hidup sehat adalah kebutuhan pokok, sama pokoknya dengan sandang, pangan, dan pakaian. Hak sehat lebih fundamental daripada hak memperoleh pendidikan yang layak dan hak-hak dasar lainnya.


(Hingga tulisan ini dibuat, ibunda Nining Mayaningsih masih dirawat di Ruang Cemara 14 RS Ananda, Pondok Ungu, Bekasi).