Tanpa kejernihan hidup yang bagaimana, manusia bisa berdamai dengan kematian ? Tak ada kebaikan yang tak berbalas, tak ada keburukan yang tak bersanksi. My wisdom goes over the sea of wild wisdom
Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan

11 Juli 2023

TELUR AYAM KAMPUNG

Telur ayam kampung umumnya berwarna putih, namun tidak seragam. Jika telur-telur ayam kampung dikumpulkan, akan nampak bahwa ada yang berwarna putih bersih dan putih agak cream. 

Hal warna telur yang tidak seragam ini disebabkan ayam kampung memiliki variasi genetik yang sangat tinggi, berbeda dengan ayam-ayam galur murni atau ayam strain hasil breeding dimana secara genetik dibuat lebih homogen (seragam).


Produksi telur ayam kampung tidak setinggi ayam-ayam ras, dalam satu hari dari 10 ekor betina sehat yang sedang produktif hanya akan menghasilkan rata-rata 3 butir telur saja. 

Inilah salah satu sebab harga telur ayam kampung lebih mahal dari harga telur ayam ras. Di daerah Depok, harga satuan telur ayam kampung sekitar Rp. 5000/ butir (2023).

Ayam kampung umumnya dipelihara secara ekstensif (diumbar bebas). Salah satu peternak ayam kampung umbaran di Kota Depok terdapat di Kampung Grogol Rangkepanjaya Depok (wa.me/628987750513). 

Saat ini pemeliharaan secara ekstensif sudah jarang ditemui karena keterbatasan lahan.





10 Maret 2021

Ransum Prasmanan untuk Unggas

Sudah umum diketahui, unggas butuh nutrisi dari berbagai jenis bahan makanan. Tidak ada satu jenis bahan makanan yg dapat memenuhi semua kebutuhan gizi unggas. 

Jagung misalnya, mengandung gizi yang baik sebagai sumber karbohidrat, tapi pemberian jagung saja dalam waktu lama akan menyebabkan kekurangn unsur gizi yang lain, yang pada akhirnya menurunkan kinerja atau performa individu unggas yang kita pelihara.




Sebetulnya unggas secara naluri tahu kebutuhan gizinya, sesuai suhu, aktivitas, dan kondisi kesehatannya. Karena hal tersebut, pemberian pakan secara prasmanan bisa menjadi alternatif cara pemberian ransum pada unggas.

Pemberian ransum secara prasmanan adalah menyediakan berbagai jenis bahan makanan secara ad libitum (selalu tersedia sepanjang hari), membiarkan unggas memilih sendiri kadar konsumsinya.

Berikut adalah jenis bahan makanan prasmanan rekomendasi Bataragema Breeder :

Jagung, kacang hijau, gabah, grit, dan daun segar.

Kacang hijau bisa diganti dengan kedelai, kacang tanah, dsb. 

Gabah bisa diganti dengan beras merah, beras putih, jawawut, dsb.

Grit bisa diganti dengan campuran pasir + tanah + pecahan batako, dsb.

Jagung, kacang, gabah, grit, dll ditempatkan dalam wadah yang berbeda. Ternak dibiarkan mengonsumsi sesuai seleranya masing-masing. Sistem prasmanan juga dapat menghindari pakan dikais-kais.

Selamat mencoba.

___________


Penulis 

Hamdan A. Batarawangsa 

Founder Bataragema Group

07 September 2011

MINYAK KELAPA UNTUK MENGAWETKAN TELUR

Abstrak hasil penelitian Jurusan Peternakan dengan judul asli
PENGARUH FREKUENSI PELAPISAN ULANG MINYAK KELAPA DAN JENIS TELUR TERHADAP KUALITAS INTERNAL TELUR


Penulis/Peneliti :
Hamdan Arfani

Dalam rangka mempertahankan kualitas internal telur perlu dilakukan upaya pengawetan . Salah satu upaya dimaksud adalah melapisi telur dengan minyak kelapa yang telah dipanaskan. Pengawetan telur dengan cara melapiskan minyak kelapa sebanyak 1 kali pada kerabang telur dapat memperpanjang masa simpan hingga 1 bulan. Namun, kerabang telur yang dilapisi dengan minyak kelapa lebih dari 1 kali belum ada informasi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pelapisan ulang minyak kelapa dan jenis telur tersebut dalam mempertahankan kualitas internal telur. Telur yang digunakan sebanyak 72 butir, terdiri atas 24 butir telur ayam arab, 24 butir telur ayam ras, dan 24 butir telur itik. Penelitian dilaksanakan mulai Juli xxxx hingga September xxxx. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan faktor perlakuan (1) frekuensi pelapisan ulang minyak kelapa (0,1,2,3 kali); dan faktor (2) jenis telur (telur ayam arab, telur ayam ras, dan telur itik). Data yang diperoleh diuji homogenitas dan aditivitasnya kemudian dianalisis menggunakan Analisis Ragam pada taraf nyata 5% dan atau 1%. Uji lanjut yang digunakan adalah Uji Jarak Berganda Duncan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara frekuensi pelapisan ulang minyak kelapa dan jenis telur terhadap kualitas internal telur (P³0,01). Frekuensi pelapisan ulang berpengaruh sangat nyata (P£0,01) terhadap penurunan berat telur, namun tidak berpengaruh nyata terhadap indeks putih telur, nilai haugh unit, dan indeks kuning telur (P³0,05). Penurunan berat telur dengan frekuensi pelapisan ulang minyak kelapa sebanyak 2 kali atau 3 kali nyata (P£0,05) lebih kecil dari pada pelapisan ulang sebanyak 1 kali atau yang tidak dilapisi ulang.

Jenis telur berpengaruh nyata (P³0,05) terhadap indeks putih telur dan nilai haugh unit dan berpengaruh sangat nyata (P£0,01) terhadap penurunan berat telur dan indeks kuning telur. Telur itik memiliki indeks putih telur dan penurunan berat yang nyata lebih besar (P£0,05) dari pada telur ayam arab dan telur ayam ras. Telur itik dan telur ayam ras tidak berbeda nyata (P³0,01) terhadap nilai haugh unit dan indeks kuning telur, yakni rata-rata sebesar 77,78 (kualitas AA) dan 0,34 serta berbeda nyata (P£0,05) dengan telur ayam arab terhadap nilai haugh unit dan indeks kuning telur tersebut, yakni 61,91 (kualitas B) dan 0,14. (Peneliti : Hamdan Arfani, dilarang menjiplak/plagiat sebagian atau seluruh artikel di atas !).

08 September 2010

INDUK MAKAN TELUR

Pertanyaan : Salam kenal, saya ingin menanyakan beberapa hal : 1.Apa penyebab indukan suka makan telur dan bagaiman cara mengatasinya? 2.Bagaimana cara mengatasi indukan yg sudah kegemukan dan banyak lemak sehingga susah bertelur,pakan apa yg cocok? 3.Untuk indukan yg lagi ngurak apakah selama proses pergantian bulu tersebut tidak akan bertelur? Atas jawaban dan balasannya saya ucapkan terima kasih by Alpine.pins@yahoo.com Jawaban : 1. Tentang induk yang suka makan telur, biasanya disebabkan induk kekurangan zat nutrisi tertentu, misalnya kalsium atau zat gizi lainnya. Induk yang kekurangan zat gizi dan kemudian memakan telur sendiri umumnya terdapat pada induk yang terlalu lama dikurung dalam kandang. Solusinya, induk harus lebih banyak diumbar atau Anda perlu memperbaiki kandungan gizi ransum. Namun jika memakan telur sudah menjadi kebiasaan, hal ini akan sulit ditangani. 2. Tentang induk yang kegemukan, memang kegemukan bisa mengganggu proses reproduksi. Indukan yang kegemukan sebaiknya diumbar atau dijemur secara teratur dan diberi pakan rendah energi, misalnya campuran 2 kg konsentrat dan 8 kg dedak (khusus umbaran). 3. Induk yang ngurak/moulting membutuhkan konsumsi yg tinggi untuk pertumbuhan bulu sehingga proses produksi telur terkalahkan. Jika ngurak termasuk ekstrim, produksi telur bisa berhenti sama sekali. Ayam-ayam 'ngurak ekstrim' biasanya terjadi pada ayam yang terlalu lama dikurung (ngurak ekstrim biasanya terjadi tiap 6 bulan sekali). Induk yang ngurak namun tidak ekstrim (nyulam; tak nampak) masih bisa bertelur asalkan diberi asupan ransum tinggi protein dan energi. Demik8ian semoga jawaban saya bermanfaat. 


  Hasil terjemahan Google : HEN EATING EGGS Question: Hi, I want to ask you a few things: 1.What cause plants like to eat eggs and how you handle it? 2.How to deal with breeders who are overweight and a lot of fat so hard to lay eggs, feed what fits? 3.About breeders who again moulting whether during the process of changing hair will not lay eggs? Of replies and the replies I thank you by Alpine.pins @ yahoo.com Answer: 1. About the parent who likes to eat eggs, usually caused by specific nutritional deficiencies stem, such as calcium or other nutrients. Parent nutrient-deficient and then eating their own eggs are generally found on the stem is too long locked up in cages. The solution, the parent must be more diumbar or you need to improve the nutritional content of rations. But if you eat the eggs had become a habit, it will be difficult to handle. 2. About the parent who are overweight, obesity could indeed disrupt the reproductive process. Breeders who are overweight should diumbar or dried on a regular basis and fed a low energy, such as a mixture of 2 kg of concentrate and 8 kg of bran (especially umbaran/ekstensif). 3. Ngurak parent / moulting takes eminence for consumption so that the process of hair growth unbeaten egg production. If ngurak including extreme, egg production can be stopped altogether. The chickens 'ngurak extreme' usually occurs in chickens that are too long locked up (ngurak extremes usually occur once every six months). Ngurak parent but not extreme (nyulam; invisible) can still lay eggs as long as it was given high-protein diet intake and energy. So hopefully my answer helpful.

21 Maret 2010

PAKAN AYAM USIA DI ATAS 4 BULAN



Pertanyaan :
Salam kenal mas Batara (Bataragema-red). Saya adalah penggemar ayam bangkok dari Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. sekitar dua tahun terahir ini sedang berkonsentrasi untuk menghasilkan ayam bangkok yang berkualitas. Terkait dengan ulasan mas di situs Ayambangkok.com tentang pakan anakan umur 1 hari sampai umur 4 bulan, saya mau tanya, setelah umur anakan 4 bulan ke atas sebaiknya diberi pakan apa? Soalnya setelah umur anakan di atas 4 bulan pertumbuhannya stagnan. Sekedar informasi, setelah anakan umur 4 bulan ke atas saya kasih pakan gabah yang direndam air. saya sangat berharap pencerahan dari mas Batara. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih. Mohon dibalas ya mas.
Salam dari saya,
Miftah.

Jawaban :
Jika tak ada masalah dalam keuangan, tentu pakan yg paling ideal adalah voer, baik BR-1 maupun BR-2 (ransum untuk broiler), krn voer telah mengandung gizi dengan takaran yang seimbang dan telah pula ditambahkan antobiotik yg berguna utk kesehatan ayam, tinggal takarannya sj yg perlu diatur.

Namun, jika memelihara dlm jmlh besar, apalagi dengan tujuan ekonomi, tentu perlu ada efisiensi. Perlu diketahui bahwa aspek pakan menyedot sekitar 80% dari total biaya produksi peternakan. Efisiensi tersebut diantaranya berupa inovasi dalam pemberian pakan seperti yg sy tulis di AyamBangkokdotCom.

Sehubungan dengan pertanyaan di atas mengenai pakan untuk ayam usia di atas 4 bulan, saya rekomendasikan sbb: 1). tetap diberi voer (boleh diselingi sedikit biji2an jika dana memungkinkan), atau 2). memberi 80% dedak + 20% konsentrat petelur (khusus utk ayam umbaran; tp harus hati2 krn saat ini banyak dedak palsu dipasaran, yakni dedak yg dicampur serbuk kayu), atau 3). 50% jagung + 30% gabah + 20% kacang
hijau (boleh butiran utuh ataupun pecah). Bisa juga menggunakan ketiga formula di atas secara bergantian, semakin variatif semakin bagus.

Jika ayam hanya diberi gabah saja, tentu pertumbuhannya akan terhambat krn kandungan protein gabah sangat sedikit ()

Hasil terjemahan Google :

CHICKEN FEED TO 4 MONTHS OF AGE IN


Question:
Hi Batara mas. I am a fan of fighting cocks from Padangsidimpuan City, North Sumatra. About two years Puspa is currently concentrating on producing high-quality chicken. In connection with your review on the site Ayambangkok.com about a day old seedlings of feed until the age of four months, I want to ask, after the age of four months upwards tillers should be fed with what? Because after the age of saplings in the four months of slow growth. As information, the age of 4 months after tillering up my news feed grain soaked in water. I strongly expect enlightenment from mas Batara. Previously, I thank you. Please reply yes mas.
Greetings from me,
Miftah.

Answer:

If there is no trouble in the financial, of course the most ideal feed is the feed / feed factory made (voer, both BR-1 and BR-2 or rations for broilers), for containing a balanced dose of nutrition with and who has also added useful antobiotik health for chicken, measuring just need to stay organized.

However, if you maintain in large numbers, especially with economic goals, of course there needs to be efficient. Please note that the aspect of feed siphon about 80% of the total cost of livestock production. They are in the form of innovation efficiency in feeding, such as who wrote in AyamBangkokdotCom sy.

In relation to the above questions regarding the feed to chickens over the age of four months, I recommend the following: 1). still given voer (interspersed little grains may be if funding allows), or 2). gives 80% rice bran + 20% concentrate layer (specific for chickens umbaran / extensive; tp must be vigilant because many false market bran, rice bran amalgamated ie sawdust), or 3). 50% corn + 30% grain + 20% green beans (can be whole or broken grains). Can also use the third formula above in turn, the more varied the better.

If animals were given only rice, of its growth will be hampered krn very little grain protein content ()

15 Agustus 2009

Masa Pemulihan Otot Ayam Laga

Pertanyaan :
Mengapa kaki ayam jago saya sering bergetar pada saat turun kalang. Padahal sebelumnya telah mendapat olah fisik yang cukup. Apakah olah fisik yang saya berikan masih kurang? (Karel, Sumsel)

Jawaban :
Sebelum saya menjawab, saya ingin menyampaikan pesan sponsor dahulu : bahwa jago kalang yang terbaik adalah yang mampu mengalahkan lawan dalam waktu singkat dan tanpa banyak mencederai lawan. Sehingga kegiatan adu jago terhindar dari kesan 'menyiksa' karena sesungguhnya setiap ayam yang kita rawat adalah ternak kesayangan yang harus dijamin kesehatannya.

Menjawab pertanyaan di atas, tidak ada yang kurang dalam olah fisik yang anda berikan pada ternak, namun Anda tidak memberikan cukup waktu bagi ternak untuk mengembalikan / memulihkan kelelahan otot pasca olah fisik, sehingga kaki ayam mengalami tremor (gemetar) pada saat diadu.

Setidaknya ayam membutuhkan waktu 3 hari untuk mengembalikan kondisi ototnya. Oleh karena itu, setiap pasca olah fisik yang cukup berat, sebaiknya ayam diistirahatkan 3 x 24 jam dengan tetap diberikan makanan bergizi. Setelah melewati waktu 3 hari, ayam dapat diberikan pemanasan berupa 'sparing' ringan sebelum olah fisik berat selanjutnya atau turun kalang.

14 Agustus 2009

Penghilang Bau Kotoran Ayam

Oleh : Hamdan Arfani

Salah satu kendala dalam memelihara hewan, terutama ayam adalah bau kotoran yang cukup menyengat. Berdasar pengalaman, ada beberapa bahan yang dapat digunakan sebagai pengurang bau kotoran hewan, diantaranya :

1. Kapur bubuk.
Kapur bubuk yang telah tak aktif disebarkan secara merata pada alas kandang yang terdapat banyak kotoran. Pemberian kapur diulang bilamana diperlukan.

2. Abu gosok.
Pemanfaatan abu gosok sama dengan kapur di atas.

3. EM-4 (cairan mikroba aktif untuk pupuk).
EM-4 yang telah diencerkan diseprotkan secara merata pada alas kandang, namun jangan sampai becek.

4. Ragi
Bubuk ragi disebarkan pada alas kandang yang bau secara berkala.

5. Karbol

Cairan karbol yang telah diencerkan disemprotkan pada bagian alas kandang yang bau secara berkala, namun jangan sampai becek.

6. Pasir
Menambahkan pasir kering pada alas kandang.

31 Juli 2009

Memandikan Ayam Laga


Pertanyaan :


Ok terima kasih atas penjelasan sebelumnya. Saya dari NTT Pak. Sekarang yang ingin saya tanyakan adalah :

1. Apa ayam perlu di mandikan setiap hari itu tujuannya untuk apa?
2. Apa pakan gabah dan ayam petelur itu bagus untuk ayam laga?
3. Pemberian telur puyuh bagus tidak bagi ayam tarung ( komposisinya )?
4. Apa saja protein,mineral dan vitamin yang baik buat ayam laga
5. Pakan ayam petelur bagus tidak? apa bisa bikin gemuk badan ayam?

Demikian dulu pertanyaan saya, terima kasih sebelumnya pak atas jawabannya.
(Gladwin Andrew di NTT)



Jawaban :

Umumnya orang percaya bahwa memandikan ayam setiap hari membuat ayam nampak keras ototnya (karena kedinginan). Tapi menurut pengamatan saya, ada hal yang mesti dicermati menyangkut memandikan ayam ini, bahwa memandikan setiap hari dapat menyebabkan zat lilin pada bulu ayam akan hilang terkikis. Seperti telah diketahui bahwa zat lilin pelindung bulu berbahan kimia minyak, sedangkan air cenderung bersifat asam.

Yang bisa saya anjurkan adalah hanya membasuh pada bagian-bagian yang kotor saja, misalnya paruh, kaki, dan sebagian ekor. Singkat kata, saya berpendapat memandikan ayam setiap hari tidak bermanfaat.

Pakan ayam petelur dan gabah bisa saja untuk ayam laga, namun harus tepat penggunaannya. Penggunaan gabah sebaiknya hanya sebagai pakan campuran atau selingan (hanya diperlukan sedikit). Gabah mengandung mineral dan vitamin yang baik untuk kesehatan dan kekuatan bulu.

Ransum ayam petelur (ransum tidak sama dengan pakan) tentu mengandung calsium yang tinggi, yang baik untuk tulang. Selain itu, ransum ayam petelur mengandung imbangan protein dan energi serta vitamin dan mineral yang seimbang, jadi tidak perlu suplemen lagi. Sebaiknya gunakan ransum ayam petelur untuk ayam petelur usia muda (grower atau layer awal).

Untuk ayam yang sudah biasa mengkonsumsi ransum yang baik (imbangan protein-energi yang seimbang dan telah direkomendasikan), pemberian telur sama sekali tidak perlu lagi. Lain halnya jika Anda tidak yakin akan kecukupan protein ransum yang Anda berikan. Jika Anda merasa ransum tsb kurang protein, tentu harus ditambah dengan asupan protein lain, misalnya telur atau daging (kambing, sapi, ayam, belut, dll).

Telur ayam dan puyuh tidak terlalu berbeda komposisi gizinya (tidak terlalu berpengaruh; ingat, yang diberikan hanya putihnya saja, bukan kuningnya! putihnya itu adalah protein, sedangkan kuningnya lbih banyak lemak).

Pemberian protein tinggi pada ayam yang tinggi aktivitas tarung/training-nya akan membentuk otot2 yang besar (seperti binaraga), atau kecil namun keras.

Ransum ayam petelur tidak akan membuat ayam kegemukan asal ayam dijemur/dipanaskan secara teratur. Suhu tinggi akan membakar lemak tubuh, terutama lemak bawah kulit (subcutan). Frekuensi tarung sparing 2 kali per minggu @ 15 menit juga dapat membakar lemak.

Vaksin Ayam

Pertanyaan :

Assalamualikum pak Ir.Batara, Pak saya sedikit bingung dengan program vaksinasi, yang mau saya tanyakan apakah jenis dan merk vaksin untuk anak ayam umur 4 hari sama dengan vaksin ayam umur 4 minggu dan 4 bulan, bahkan saya pernah melihat ke farm peternakan di daerah saya, bahkan pemiliknya mem vaksin DOC umur 4 hari dengan dua jenis dan merk vaksin, cara pemberiannya pun dengan cara tetes dan suntik. Apakah pada umur tersebut tidak terlalu berbahaya memvaksin ayam dengan cara disuntik..? atas jawaban dan pencerahan bapak saya uapkan terima kasih..! (Ifnul Sadli di ...)

Jawaban :

1. Cara pemberian vaksin tertera pada kemasan vaksin, jika Anda riskan menyuntik DOC atau anak ayam, vaksin dapat diberikan secara semprot (spray), tetes, atau minum. Masing-masing cara ada kelebihan dan kekurangannya.

2. Vaksin yang paling banyak dicari dewasa ini adalah vaksin untuk penyakit ND (tetelo), IB, dan AI (flu burung). Beberapa pabrik mengeluarkan vaksin gabungan, misalnya ND-IB. Vaksin gabungan ini lebih praktis. Pemberian vaksin pertama bisa jenis ND-IB dulu, kemudian disusul AI pada beberapa minggu atau bulan berikutnya.

3. Vaksin yang paling banyak beredar di pasaran adalah jenis life (hidup). Vaksin life ini diberikan setiap 6 bulan sekali atau sesuai petunjuk pada kemasan.

4. Vaksin untuk ayam kecil dan besar sama saja, yang membedakan hanya dosis pemberiannya saja. Jika Anda menemukan vaksin yang khusus untuk ayam kecil, vaksin itu memiliki kepekatan yang lebih rendah.

5. Perusahaan yang memproduksi vaksin cukup banyak, Anda dapat memilah yang terbaik dengan cara mempelajari brosurnya. Biasanya brosur vaksin bisa didapatkan di poultry shop.

25 Juli 2009

Optimalisasi Pertumbuhan Ayam

(Jawaban atas pertanyaan Ifnul Sadli di ...)


Menghasilkan ayam yang besar dan tinggi adalah salah satu tujuan peternak dan para hobiis. Beberapa faktor yang mempengaruhi ukuran tubuh ayam adalah
1. Genetik
2. Pakan
3. Suhu Lingkungan
4. Kesehatan

Faktor Genetik

Beberapa ahli peternakan percaya bahwa faktor genetik memiliki pengaruh hingga 30% terhadap performen atau tampilan ayam,diantaranya masalah tinggi dan bobot badan (besar badan). Secara genetis, kedua induk ayam memiliki peluang yang sama dalam mewariskan sifat-sifat kepada anaknya, termasuk sifat besar dan tinggi badan. Namun dalam rangka penghematan dan kepraktisan, para pembibit lebih suka mendatangkan bibit unggul berkelamin jantan. Keberhasilan penyilangan antara pejantan unggul (besar dan tinggi) dengan bibit betina biasa dalam menghasilkan anak-anak yang unggul seperti tetua jantan tergantung dari 'kepekatan' genetik kedua bibit. Jika bibit betina hampir tidak ada turunan besar, maka untuk menghasilkan ayam besar dan tinggi seperti tetua jantan akan memiliki peluang lebih kecil. Bisa saja dari 10 anakan,hanya 1 yang 'cetak' seperti tetua jantannya. Oleh karena itu, perlu diketahui 'sejarah' atau recording keluarga dan silsilah dari induk/bibit betina.

Faktor Pakan

Faktor pakan merupakan bagian dari faktor lingkungan. Para ahli percaya bahwa faktor lingkungan membawa pengaruh hingga 70% terhadap performa individu. Telah diketahui bahwa masa pertumbuhan ayam adalah 0--7,5 bulan, dimana 0--4 bulan adalah masa pertumbuhan emas. Dengan demikian, selama masa pertumbuhan ini,terutama 4 bulan pertama, ayam harus diberi asupakan makanan dengan gizi yang baik.

Penjelasan tentang faktor makanan selama masa pertumbuhan dapat dilihat pada artikel terdahulu.

Suhu Lingkungan

Adakalanya suhu lingkungan yang tinggi menyebabkan ayam banyak mengkonsumsi air minum dan sedikit mengkonsumsi pakan,sehingga asupan gizi standar menjadi tidak tercukupi. Hal ini akan menyebabkan pertumbuhan ayam terganggu. Namun, banyak pula ayam yang telah beradaptasi dengan baik terhadap suhu lingkungan yang tinggi. Ayam yang telah beradaptasi dengan baik ini relatif tidak memiliki masalah dengan tingginya suhu lingkungan. Justru, suhu lingkungan yang tinggi dapat mengurangi timbunan lemak di bawah kulit (lemak subcutan) sehingga ayam nampak lebih gagah, ramping, dan lincah).

Kesehatan

Interaksi antara faktor kesehatan dengan faktor pertumbuhan sudah amat jelas dan logis. Beberapa kiat untuk menjaga kesehatan ayam adalah
1. Memberi pakan bergizi baik (ransum)
2. Mengkandangkan ayam manakala hembusan angin lebih kencang dari biasanya, atau manakala diketahui sedang terjadi wabah penyekit tertentu
3. Men-vaksin unggas secara berkala.

Kerusakan Pada Bulu Unggas

(Jawaban atas pertanyaan Yuyun Endah di ...)

Memiliki unggas yang berbulu sehat adalah harapan para hobiis dan peternak unggas, baik jenis burung maupun ayam. Beberapa contoh kerusakan bulu unggas misalnya patah-patah, kusam, dan berkutu.

Bulu Patah-patah

Bulu unggas yang patah dapat disebabkan oleh salahnya perawatan. Misalnya memandikan unggas dengan sabun. Sabun dapat menghilangkan zat pelapis bulu yang berbahan kimia minyak alami. Bulu yang kehilangan pelapis minyak akan mengalami kekeringan dan akhirnya berakibat patah pada berbagai bagian. Jika bulu patah ini tidak segera diatasi, lama-kelamaan rongga-rongga bulu yang patah itu dapat didiami oleh kutu, sehingga kini bukan saja bulu yang bermasalah,namun juga kulit karena kutu-kutu tersebut menghisap darah unggas terutama melalui permukaan kulit yang terdekat.

Pemandian yang terlampau sering juga dapat menyebabkan lapisan minyak bulu menghilang. Bulu-bulu patah juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Jika faktor keturunan yang menjadi menyebab utama, maka bulu-bulu patah tersebut tidak dapat disembuhkan.

Solusi untuk masalah ini adalah 1). Kurangi frekuensi memandikan/membasahi bulu unggas karena secara alami unggas tidak pernah mandi terlampau sering, apalagi setiap hari; 2). Hindari pemakaian shampoo; 3). Beri pakan bergizi dan suplemen, dan bisa juga dengan memberi alas sekam pada kandang, atau juga memberi gabah sebagai makanan selingan/campuran.

Bulu Kusam

Bulu kusam umumnya disebabkan kekurangan gizi. Solusinya adalah dengan memberi ransum atau pakan yang bergizi ( seimbang kandungan gizinya).

Bulu Kutuan

Bulu yang berkutu dapat diatasi dengan penyemprotan anti kutu yang dapat dibeli di poultry shop (banyak jenis dan aplikasinya).

28 Juni 2009

Pemeliharaan Ayam Buras Usia Pertumbuhan (Sistem Umbaran)

Saya menggunakan istilah ayam ras untuk ayam-ayam import broiler (pedaging) dan layer (petelur), sedangkan untuk ayam kampung, ayam bangkok (baik import maupun lokal), ayam pelung, ayam kedu, ayam ciparage, dll, saya istilahkan sebagai ayam bukan ras (buras).

Banyak peternak yang kesulitan dalam memelihara ayam pada masa pertumbuhan. Kesulitan tersebut mulai dari tingkat kematian yang tinggi, pertumbuhan yang kurang optimal, cacat tubuh, dan banyak lagi. Secara umum, pertumbuhan ayam akan sangat pesat pada usia 0-4 bulan, dan akan terus bertumbuh meski agak lambat hingga usia 7,5 bulan. Berikut akan saya uraikan sedikit pengalaman saya :

Ayam Usia 0 -- 1 Bulan

Pada usia ini yang paling berpengaruh adalah faktor suhu lingkungan dan makanan. Asalkan ayam hidup pada suhu lingkungan yang nyaman, dan diberi makanan yang bergizi baik, ayam akan tumbuh sesuai harapan. Pada masa ini, saya merekomendasikan pemberian pakan /ransum komersil (produksi Charoen Phokp., Sirad, Confeed, dll.) yang biasa dinamakan BR-1 atau BR-2 (voer), karena selain mengandung imbangan gizi yang seimbang, pada ransum ini juga terdapat antibiotik yang dapat melindungi ayam dari penyakit-penyakit pada masa awal. Kecukupan gizi yang baik akan menjamin pembentukan antibodi alami berlangsung dengan sempurna.

Mengenai cara pemeliharaan, apakah disapih atau tetap dicampurkan dengan induk, tidak jadi masalah. Namun yang harus diperhatikan, jika peternak berniat memelihara dalam jangka panjang (usia panen di atas 12 bulan), sebaiknya ayam usia pertumbuhan diberi ruang gerak yang lebih leluasa.

Ayam Usia 1 - 7,5 Bulan

Kembali saya mengingatkan, bahwa pada tulisan ini saya hanya membahas pemeliharaan dengan sistem umbaran (ekstensif atau semi intensif).

Sedikit banyak alam telah menyediakan nutrisi bagi ternak, misalnya rumput sebagai sumber protein dan serat, kerikil dan tanah sebagai sumber mineral, sekam padi sebagai sumber vitamin yang baik untuk pertumbuhan bulu, dll. Dengan demikian, ayam yang dipelihara secara umbaran dapat mencari sendiri kekurangan nutrisi dari lingkungan sekitarnya.

Untuk ayam umbaran usia pertumbuhan di atas 1 bulan, saya merekomendasikan pemberian pakan dengan formula 20% konsentrat petelur + 80% dedak (saya namakan formula 280). Secara matematis, formula 280 ini rendah energi dan protein, namun memiliki imbangan energi-protein yang sangat ideal, sehingga jika ayam mengkonsumsi dengan normal, kebutuhan protein minimum akan tercukupi (Jika melihat imbangannya, justru formula 280 termasuk pakan dengan prosentase protein yang tinggi, mengungguli BR-1 dan BR-2).

Kelebihan Formula 280

Berdasar pengalaman, ayam-ayam yang saya beri formula 280 memiliki tekstur daging/otot yang baik, yakni rendah lemak dengan perototan yang besar dan kuat. Selain itu, pakan formula 280 sangat ekonomis. Pertumbuhan tulang juga sangat baik, besar dan kuat, karena pakan formula 280 menggunakan konsentrat ayam petelur yang kaya akan kalsium. Menggunakan formula 280, saya sangat terkejut dengan hasil pertumbuhan yang menyamai jika ayam diberikan voer!

Kelemahan Formula 280

Kelemahan sejauh ini belum saya temui, kecuali keharusan memelihara dengan sistem umbaran.

Bahan Makanan Tambahan

Peternak dapat menambahkan bahan makanan lain ke dalam formula 280 namun dengan prosentase maksimum 5%. Bahan makanan tersebut misalnya :
- kapur bubuk/kapur tembok yang telah non aktif (sebagai sumber kalsium)
- Voer BR-1 atau BR-2 (sebagai suplemen)

Demikian, serba sekilas tentang pemeliharaan ayam buras usia pertumbuhan secara umbaran.

(Publikasi formula 280 tidak lepas dari apresiasi saya kepada Ir. Hendro di Jl. Untung Suropati, Bandar Lampung - beliau yang hingga usia sepuh masih terus bergelut dengan dunia unggas, beliaulah yang mewariskan formula 280 ini kepada saya).





23 Juni 2009

Hai Peternak, Awas, Dedak Palsu !


Dedak adalah bahan makanan ternak yang telah digunakan oleh masyarakat sejak dahulu kala. Dedak dihasilkan dari proses pelepasan kulit padi atau gabah. Proses pelepasan kulit padi sering diistilahkan dengan 'menggiling' dan tempat untuk menggiling padi tersebut disebut 'penggilingan.' Pada proses menggiling padi, dihasilkan sekam, dedak, dan beras. Sekam adalah kulit padi yang bentuknya belum banyak berubah. Sedangkan dedak adalah butiran halus percampuran bagian dari kulit padi dan kulit ari beras. Dedak yang butirannya sangat halus sering disebut katul atau bekatul.

Kandungan gizi dedak atau bekatul tidak selalu sama dari satu daerah dengan daerah lainnya, bahkan sering pula tidak sama antara satu penggilingan dengan penggilingan lainnya. Kandungan protein kasar dedak atau bekatul umumnya kurang dari 10% sehingga tidak bisa dijadikan satu-satunya bahan makanan bagi ternak unggas.

Dedak sebagai pakan ayam umbaran dapat langsung diberikan dengan ditambah air secukupnya. Beberapa peternak mencampur dedak dengan air panas bahkan ada pula yang merebusnya sehingga menjadi bubur dedak. Pemasakan dedak memang dapat memecah ikatan kimia karbohidrat dan protein, sehingga nutrisi dedak dapat lebih cepat dan banyak diserap oleh usus ternak.

Dewasa ini banyak pula peternak yang menformulasi sendiri bahan makanan ternak sehingga menjadi ransum, dimana dedak dijadikan salah satu campurannya. Umumnya, kandungan dedak pada ransum sekitar 15 hingga 40%, bahkan ada beberapa macam ransum khusus yang kandungan dedaknya mencapai lebih dari 50%.

Namun, pemanfaatan dedak sebagai pakan ternak menjadi riskan untuk beberapa waktu ini. Di daerah Bogor, Depok, hingga Bekasi dan Jakarta, ditemui dedak yang telah dicampur dengan serbuk kayu sisa gergajian. Sekilas, dedak campuran kayu tersebut sama sekali tak nampak aneh. Namun, pada saat diberikan pada ternak, terutama ternak unggas, unggas-unggas yang kelaparanpun tidak suka memakannya, kecuali sangat sedikit sekali.

Setelah saya teliti, yakinlah saya bahwa dedak-dedak yang ditolak ternak di atas tenyata telah dicampur dengan serbuk kayu. Cara yang paling mudah untuk mengetahui asli tidaknya dedak adalah dengan mencium baunya. Pada dedak palsu akan tercium bau kayu yang cukup tajam.

22 Juni 2009

Elastisitas Panas Basal: Kunci Stamina Ayam Laga


Ayam laga sudah dikenal masyarakat Nusantara sejak berabad-abad lalu. Setidaknya hingga akhir abad ke-19, ayam laga menjadi simbol status di kalangan para raja, bupati, dan bangsawan. Singkat kata, dunia ayam laga telah menjadi bagian budaya nasional kita. Namun sayang, jika dahulu para raja, bupati, dan bangsawan menjadikan ayam laga sebagai sarana pergaulan dan simbol status sosial, kini motivasi tersebut telah jauh bergeser, yakni menjadi salah satu sarana perjudian belaka. Namun demikian, berdasar pengamatan di lapangan, ternyata tidak semua hobiis ayam laga suka dengan perjudian. Ternyata masih banyak yang tetap setia pada motivasi warisan leluhur, apalagi kalau bukan kebanggaan !

Seperti halnya atlet, ayam laga diperlakukan sedemikian rupa agar tetap sehat dan kuat. Untuk itu, para peternak atau hobiis memberikan berbagai asupan seperti makanan yang bergizi plus suplemen penambah stamina, tidak lupa diterapkan perlakuan latihan otot, penjemuran, dll.

Semua pemberian asupan dan perlakuan di atas adalah pemberian dan perlakuan standar yang umum diketahui oleh para peternak atau hobiis. Saya yakin, masih banyak yang belum menyadari pentingnya mengatur tingkat panas basal dan hubungannya dengan ketahanan stamina ayam laga di kalang.

Seperti telah umum diketahui, pada saat aktivitas olahraga, faktor penambahan suhu badan berbanding lurus dengan penambahan frekuensi detak jantung dan penambahan timbunan asam laktat di dalam otot yang menyebabkan kelelahan. Semakin besar selisih pertambahan panas tubuh, semakin cepat frekuensi detak jantung, dan semakin cepat pula mencapai kelelahan. Dengan demikian, perlu suatu teknik agar pertambahan (margin) panas tubuh tidak mencapai kisaran (range) yang terlalu lebar antara pada saat aktivitas normal dan olahraga (tarung). Dengan kata lain, perlu upaya untuk menaikkan panas basal tubuh ayam (yakni tingkat panas tubuh pada saat aktivitas normal), atau mempertinggi tingkat elastisitas panas basal tubuh tersebut.

Untuk meningkatkan panas basal tubuh atau meningkatkan elastisitas panas basal, salah satu upaya yang pernah saya lakukan adalah dengan mengatur tingkat suhu lingkungan dengan cara menempatkan ayam pada lingkungan yang panas, misalnya mengganti atap kandang genteng dengan atap seng, atau menempatkan ayam pada lingkungan tandus, namun dengan ketersediaan ransum bergizi dan air minum yang terjamin. Pengaruh perlakuan ini tidak serta merta dapat dilihat hasilnya dalam waktu yang singkat. Pada kasus saya, setidaknya ayam membutuhkan waktu tiga bulan untuk beradaptasi secara fisiologis pada lingkungan ekstrem ini. Keberhasilan perlakuan menaikkan elastisitas panas basal dapat dilihat dari penampilan fisik ayam, yakni kebotakan alami pada bagian paha, dada, hingga leher.

Pada kasus pengamatan saya, ayam hasil perlakuan penaikkan panas basal belum memerlukan pendinginan/pembasahan/diairi pada pertarungan 2 x 15 menit. Pada 2 x 15 menit itu, nafas ayam sama sekali tidak terengah-engah, pergerakan tetap lincah, tetap segar seperti layaknya sebelum pertarungan!