Tanpa kejernihan hidup yang bagaimana, manusia bisa berdamai dengan kematian ? Tak ada kebaikan yang tak berbalas, tak ada keburukan yang tak bersanksi. My wisdom goes over the sea of wild wisdom

26 Agustus 2026

DEMO 27 AGUSTUS 2026: ANTARA HARAPAN PERBAIKAN DAN KEKHAWATIRAN MOTIF TERSELUBUNG










Di penghujung Agustus 2026, muncul rencana aksi demonstrasi menuntut sahnya UU PERAMPASAN ASET KORUPTOR (UU PA KORUPTOR) dan tuntutan hukuman mati bagi pelaku kejahatan tersebut. Rencana demo ini digagas oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) pimpinan Supriyono alias Botok.


Demo dengan tema tunggal pemberantasan korupsi ini muncul di sela berbagai demo mahasiswa yang mengusung banyak tuntutan namun bias.


Tuntutan demo kali ini yang bertema tunggal pemberantasan korupsi, merupakan keinginan rakyat yang telah sangat lama disuarakan di level grass root melalui berbagai kesempatan mulai  media sosial online hingga obrolan warung kopi. 


Rakyat meyakini bahwa induk dari segala penyakit di negara ini adalah korupsi, dan langkah strategis pemberantasan korupsi di negeri ini adalah dengan memberlakukan hukuman mati dan UU PA KORUPTOR, tidak ada yang lain.


Namun AMPB mungkin lalai dalam salah satu aspek manajemen aksi, yaitu tidak menyiapkan sebuah "tim anti huru-hara" untuk mengantisipasi penyusup-perusuh.  


Memang, keamanan adalah tanggung jawab aparat Polri, namun pengagas aksi juga harus belajar dari pengalaman bahwa setiap kerumunan massa selalu disusupi provokator, yang bisa menggagalkan tujuan yang sedang diperjuangkan.


Tim ini penting, karena jika terjadi kerusuhan, dapat mengeliminir kesan benturan RAKYAT vs APARAT, yang ingin di-blow up oleh kelompok anti pemerintah. 


Jika "tim anti huru-hara" AMPB dibentuk, tim ini bisa bekerjasama dengan aparat untuk menghadapi aksi-aksi anarkis yang dilakukan para penyusup, demi efektivitas demonstrasi.


Tim ini tidak perlu harus bertindak seperti aparat, namun mensosialisasikan aturan di lapangan apa yang harus dihindari, menenangkan massa yang beringas, menegur pelaku pengrusakan, memadamkan bakar ban, dsb.


Setiap demo besar, hampir pasti dimanfaatkan pihak-pihak kontra pemerintah, terutama kelompok koruptor dan oligarki bandit baik lokal maupun global yang saat ini sedang diperangi.


Meski demo 27 Agustus 2026 secara teori  membawa harapan mulia, tapi bisa saja melenceng dan berubah menjadi kerusuhan besar yang justru merugikan. 


Semua ini ditentukan matangnya manajemen aksi dan koordinasi yang dibangun pimpinan aksi, Suprianto beserta penyokongnya, dan aparat. 


Sebagai orang yang punya pengalaman beberapa kali berada di tengah massa aksi tahun 1998, saya menyarankan untuk segera menjauhi titik-titik dimana ada sekelompok orang yang agresif mengeluarkan makian kepada pemerintah, menjauh pula dari sekelompok orang yang melakukan bakar ban.  


Jika anda ada di bagian depan massa yang dekat dengan barisan blokade aparat, segera bergerak ke sisi kiri atau kanan, bukan ke belakang, jika tiba-tiba terjadi aksi anarkis dari pendemo baik berupa terjangan ke barisan blokade aparat maupun lemparan batu dari arah belakang.


Semoga demo 27 Agustus 2026 berlangsung damai dan aman. Ada harapan perbaikan untuk masa depan yang lebih baik, namun juga ada kekhawatiran demonstrasi ditunggangi perusuh dan  motif-motif terselubung. Wallahu'alam ...

__________


Penulis

Hamdan A. Batarawangsa