Dedak adalah bahan makanan ternak yang telah digunakan oleh masyarakat sejak dahulu kala. Dedak dihasilkan dari proses pelepasan kulit padi atau gabah. Proses pelepasan kulit padi sering diistilahkan dengan 'menggiling' dan tempat untuk menggiling padi tersebut disebut 'penggilingan.' Pada proses menggiling padi, dihasilkan sekam, dedak, dan beras. Sekam adalah kulit padi yang bentuknya belum banyak berubah. Sedangkan dedak adalah butiran halus percampuran bagian dari kulit padi dan kulit ari beras. Dedak yang butirannya sangat halus sering disebut katul atau bekatul.
Kandungan gizi dedak atau bekatul tidak selalu sama dari satu daerah dengan daerah lainnya, bahkan sering pula tidak sama antara satu penggilingan dengan penggilingan lainnya. Kandungan protein kasar dedak atau bekatul umumnya kurang dari 10% sehingga tidak bisa dijadikan satu-satunya bahan makanan bagi ternak unggas.
Dedak sebagai pakan ayam umbaran dapat langsung diberikan dengan ditambah air secukupnya. Beberapa peternak mencampur dedak dengan air panas bahkan ada pula yang merebusnya sehingga menjadi bubur dedak. Pemasakan dedak memang dapat memecah ikatan kimia karbohidrat dan protein, sehingga nutrisi dedak dapat lebih cepat dan banyak diserap oleh usus ternak.
Dewasa ini banyak pula peternak yang menformulasi sendiri bahan makanan ternak sehingga menjadi ransum, dimana dedak dijadikan salah satu campurannya. Umumnya, kandungan dedak pada ransum sekitar 15 hingga 40%, bahkan ada beberapa macam ransum khusus yang kandungan dedaknya mencapai lebih dari 50%.
Namun, pemanfaatan dedak sebagai pakan ternak menjadi riskan untuk beberapa waktu ini. Di daerah Bogor, Depok, hingga Bekasi dan Jakarta, ditemui dedak yang telah dicampur dengan serbuk kayu sisa gergajian. Sekilas, dedak campuran kayu tersebut sama sekali tak nampak aneh. Namun, pada saat diberikan pada ternak, terutama ternak unggas, unggas-unggas yang kelaparanpun tidak suka memakannya, kecuali sangat sedikit sekali.
Setelah saya teliti, yakinlah saya bahwa dedak-dedak yang ditolak ternak di atas tenyata telah dicampur dengan serbuk kayu. Cara yang paling mudah untuk mengetahui asli tidaknya dedak adalah dengan mencium baunya. Pada dedak palsu akan tercium bau kayu yang cukup tajam.

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
BalasHapusJika ya, silahkan kunjungi website ini www.kbagi.com untuk info selengkapnya.
Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)