Tanpa kejernihan hidup yang bagaimana, manusia bisa berdamai dengan kematian ? Tak ada kebaikan yang tak berbalas, tak ada keburukan yang tak bersanksi. My wisdom goes over the sea of wild wisdom

08 Januari 2026

INDONESIA 2026 GEMILANG BERDASAR SIKLUS KUZNETS

Siklus utama ekonomi global, selain siklus barang (Kitchin) dan siklus modal (Juglar), juga ada siklus infrastruktur atau disebut juga Siklus Kuznets (pertama kali dipresentasikan oleh Simon Kuznets).


Siklus Kuznets berhubungan dengan pembangunan dan demografi yang durasinya rata-rata 18-20 tahun : perubahan populasi dan migrasi yang berefek pada suplay-demand properti privat dan publik, dan infrastruktur transportasi-komunikasi.


Fase-fase kondisi dalam siklus Kuznets :

(1) Fase ekspansi (2) Fase puncak (3) Fase kontraksi dan (4) Fase palung.


Kondisi pada fase ekspansi berlawanan dengan fase kontraksi. Kondisi pada fase ekspansi diantaranya pertambahan populasi cepat (biasanya karena migrasi), kebutuhan perumahan dan sarana meningkat, investasi pada infrastruktur juga meningkat.


Siklus Kuznets sangat populer karena secara spesifik mengaitkan kesehatan ekonomi dengan properti/perumahan yang melibatkan putaran uang yang sangat besar dan utang jangka panjang, yang kemudian terkait dengan sektor-sektor industri lain seperti perbankan, semen, besi, baja, pvc, elektronik-kelistrikan, furniture, dan lingkungan hidup. Fase krisis pada siklus Kuznets menjadi indikasi awal  krisis-krisis lainnya.


Bagi pelaku bisnis properti seperti real estate, kondominium, dll,  siklus Kuznets membantu memprediksi waktu datangnya momentum jual dan beli.


Berdasarkan Siklus Kuznets (15–25 tahun), tahun 2026 diprediksi menjadi tahun yang sangat krusial karena merupakan titik transisi yang dimulai setelah krisis finansial global 2008.


Dunia pada tahun 2026 secara umum diprediksi berada pada fase awal kontraksi menuju palung (downswing), atau setidaknya berada di fase stagnasi di puncak sebelum penurunan.


Analisis posisi Indonesia di tahun 2026 dalam kerangka Siklus Kuznets sangat menarik karena Indonesia saat ini menunjukkan pola yang cenderung "melawan arus" (anomali) terhadap kontraksi global.


Secara spesifik, jika dunia sedang bersiap menuju fase kontraksi (palung), Indonesia justru sedang berupaya mempertahankan fase ekspansi akhir atau bahkan mencoba membangun siklus baru melalui intervensi negara.


Di saat sektor properti di Tiongkok atau AS melambat karena suku bunga, Indonesia justru sedang melakukan "pembangunan paksa" melalui anggaran negara dan investasi infrastruktur. Hal ini menjaga Siklus Kuznets domestik tetap berada di zona ekspansi, meskipun ada tekanan dari luar negeri.


Indonesia di tahun 2026 adalah salah satu dari sedikit "titik terang" konstruksi di dunia. Saat negara lain sedang meruntuhkan gelembung properti mereka, Indonesia justru sedang giat membangun fondasi fisik barunya.


MasyaAllah...

_______


Penulis 
Hamdan A Batarawangsa 





 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar pada space yang tersedia. Komentar akan muncul setelah disetujui Admin.