INDONESIA punya masalah bukan saja pada cara mencapai tujuan, tapi juga soal imunitas dari serangan pada eksistensinya.
Sebagai negara republik, Indonesia menjadikan demokrasi cara mencapai tujuan negara-bangsa. Hanya saja model demokrasi yang saat ini digunakan tidak cocok dan tidak efektif. Model pemilu "pemilihan langsung" bagi negara berkembang dengan populasi terbesar ke-4 dunia adalah pemborosan finansial. Pemilihan langsung pada bangsa dengan literasi rendah jelas tidak mengarah pada lahirnya "wali" dan pemimpin terbaik, karena masyarakat yang "bodoh" sangat mudah dimanipulasi terutama oleh kekuatan kapital. Model demokrasi Indonesia sekarang jauh dari prinsip "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan". Demokrasi Indonesia sekarang adalah demokrasi tanpa arah atau berada di atas rel yang salah.
Ternyata persoalan demokrasi bukan satu-satunya masalah besar. Mendekati satu abad proklamasi kemerdekaan, Pancasila yang menjadi perekat bangsa pelan-pelan mengendur, bukan dimakan usia, tapi karena kurang dirawat dan mulai diserang.
Spiritualitas (ketuhanan) yang dulunya kental sekarang pudar: banyak orang tidak lagi takut dosa, moralitas agama makin tidak dipahami. Agama (religi) kehilangan spiritualitasnya, padahal spiritualitas adalah perekat bangsa yang paling utama.
Selain spiritualitas, perekat bangsa yang nampak sekali memudar adalah demokrasi musyawarah mufakat (sudah saya singgung di atas), dan komitmen mewujudkan keadilan sosial. Tanpa adanya komitmen mewujudkan keadilan sosial, nasionalisme jadi tidak menarik. Keadilan sosial inilah alasan paling utama, bukan ekonomi, semua bangsa jajahan ingin merdeka. Jaminan tegaknya komitmen keadilan sosial dimulai dari kuatnya PENEGAKAN HUKUM.
Masalah-masalah keadilan sosial diantara : keadilan dalam hukum, keadilan dalam akses pendidikan, keadilan dalam pelayanan dasar, keadilan dalam perlakuan yang anti diskriminalisasi dan marginalisasi, keadilan dalam partisipasi politik, keadilan dalam fiskal, keadilan dalam menikmati hasil pembangunan, keadilan dalam kesempatan mengupayakan penghidupan, dsb. Intinya, keadilan sosial adalah kesetaraan sesuai harkat martabat manusia beserta hak-hak asasinya dalam kehidupan berbangsa.
Bangsa Indonesia sangat majemuk, sementara Pancasila yang menjadi perekatnya saat ini sedang memudar. Semoga bangsa Indonesia tetap utuh selama-lamanya.
__________
Penulis
Hamdan A Batarawangsa





