Tanpa kejernihan hidup yang bagaimana, manusia bisa berdamai dengan kematian ? Tak ada kebaikan yang tak berbalas, tak ada keburukan yang tak bersanksi. My wisdom goes over the sea of wild wisdom

28 Mei 2025

PENDIDIKAN PRAMUKA BAG.1

Sebagian besar masyarakat memahami Pramuka sebagai salahsatu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, yang berisi kegiatan berbaris, berkemah, teka-teki sandi, dan tali-temali. Jarang yang memahami tujuan sebenarnya, filosofinya,  kurikulumnya, dan sejarah gemilangnya sejak masih bernama Pandu di era Hindia Belanda. Setelah menelaah, ternyata prinsip-prinsip kepramukaan sangat cocok diterapkan dalam pendidikan di sekolah formal, dan aplikasinya sangat sukses sewaktu Penulis mengajar di SD-SMP Perjuangan Depok pada 2003--2012.



Tokoh Perancang Kepramukaan


Kepramukaan adalah segala hal yang berhubungan dengan organisasi Gerakan Pramuka dan peserta didiknya yang disebut Pramuka (Pramuka singkatan dari Praja Muda = kadet, pemuda terdidik, dan Karana = berkarya). Dahulu kepramukaan disebut kepanduan. 


Kepanduan pertama kali ada di Indonesia pada 1912 yang diajarkan lembaga pendidikan Belanda, yang diadopsi dari Inggris. Di Inggris, kepanduan pada mulanya diajarkan seorang pensiunan militer bernama Lord Baden Powell. Badden Powell mengajarkan berbagai ketangkasan dan keterampilan hidup yang selayaknya dimiliki anak-anak muda. Kemudian kepanduan diadopsi lembaga-lembaga pendidikan pribumi seperti pesantren, sekolah gereja, sekolah Taman Siswa, sekolah Muhammadiyah, ormas, dan lain-lain. Pada 1928, 5 bulan sebelum Kongres Nasional Pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda, kepanduan-kepanduan pribumi bergabung dalam satu badan Persatuan Antar Pandu Indonesia (PAPI) dan bernama Pandu Rakyat Indonesia sejak 1945. Kemudian pada 14 Agustus 1961 kepanduan nasional secara resmi bernaung dalam satu wadah organisasi Gerakan Pramuka. Tokoh-tokoh perancang Gerakan Pramuka diantaranya Ir. Sukarno, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Prof. Priyono, Dr. Aziz Saleh, Achmadi, dan lain-lain. Adapun prinsip-prinsip pendidikan Gerakan Pramuka mengambil dari model pendidikan Ki Hajar Dewantara.


Penulis : Hamdan A Batarawangsa

Purna Jamnas 1991; Purna Ambalan Budi Utomo SMA 1 Jakarta; Purna Racana Raden Intan Unila.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar pada space yang tersedia. Komentar akan muncul setelah disetujui Admin.