Tanpa kejernihan hidup yang bagaimana, manusia bisa berdamai dengan kematian ? Tak ada kebaikan yang tak berbalas, tak ada keburukan yang tak bersanksi. My wisdom goes over the sea of wild wisdom

11 November 2025

SKENARIO DARK WEB DI KASUS BOM SMA NEGERI 72 JAKARTA

Istilah yang disebut Rhenald Kasali "Generasi Strowbery" mengarah pada Generasi Z (Gen Z), sebagian Gen Y, dan sebagian Gen A yang saat ini berusia "anak hingga pemuda pasca remaja". Generasi Strowbery lahir disaat teknologi informasi dan Smartphone sudah sangat maju. 

Saat ini hampir semua anak usia sekolah sudah memiliki handphone. Dalam tesis saya "Pengaruh Intensitas Menggunakan Handphone ..." (tesis STKIP Arrahmaniyah Depok 2023) dikatakan bahwa intensitas menggunakan handphone di kalangan pelajar umumnya berada pada taraf "tinggi  hingga sangat tinggi."  Tingginya intensitas menggunakan handphone berarti waktu bergaul anak saat ini lebih banyak dihabiskan di dunia maya daripada di dunia nyata. 


Dalam kasus bom di SMA 72 Jakarta, aparat menemukan fakta bahwa pelaku sering mengakses "dark web" yang mengajarkan ideologi kekerasan. Kasus kekerasan di sekolah yang terjadi di Culumbine High School AS 1999, Kerch Polytechnic Rusia 2018,  Kazan School  Rusia 2021, Buffalo AS 2023 juga melibatkan dark web serupa. Ciri pelaku yang dipengaruhi ideologi kekerasan dari dark web memiliki kesamaan diantaranya  menggunakan uniform lapangan, meninggalkan tulisan atau gambar simbol tertentu, dan memposting aksinya baik sebelum maupun pada saat aksi. Beberapa pengamat menyatakan bahwa ideologi kekerasan menarget usia 16--20 tahun.


Penyelidik Densus Antiteror menduga Dark Web  tidak hanya berinteraksi secara pasif, namun aktif melakukan follow up sehingga pelaku mampu mendapatkan senjata, merakit senjata atau  merakit bom. 


Kasus bom yang terjadi di SMA 72 Jakarta mungkin bermotif ideologi disamping motif reaksi atas perundungan yang dialami pelaku. Mengingat ideologi kekerasan (dark web) disebarkan melalui media elektronik, maka setiap orang dewasa wajib mengontrol penggunaan handphone anaknya di manapun. Kurangi intensitas (frekuensi dan durasi) menggunakan handphone untuk selain kerja-belajar hal positif, dan perbanyak interaksi sosial di alam nyata.


______

Penulis 

Hamdan A. Batarawangsa

10 November 2025

BOM DI SEKOLAH, BUNUH DIRI ANAK, DAN GEN STROWBERY

PASCA BOM di SMA Negeri 72 Jakarta, tiba-tiba merebak kembali narasi tentang krisis karakter di sekolah atau krisis dunia pendidikan. Semua mata dan telunjuk menuding ke satu tempat, sekolah.

Sampai tulisan ini dibuat belum ada keterangan resmi Polri tentang motif  peledakan di SMA Negeri 72 Jakarta tersebut, namun  berbagai media menduga latar belakang disebabkan adanya pembulian. Pelaku diduga adalah korban pembulian yang kemudian melakukan aksi balas dendam, begitu kira-kira. Sebelumnya, media juga mewartakan kasus bunuh diri anak di Sukabumi, Sawahlunto, Denpasar, dan Yogyakarta, akibat tidak tahan mendapat bulian di sekolah.



Pembulian di sekolah sebenarnya sudah ada sejak dulu. Penulis sendiri pernah beberapa kali menjadi korban bully sewaktu sekolah. Sebagai korban bully tentu saja saya marah, sedih, dsb namun toh saya melaluinya begitu saja. Aktivitas sekolah dan pergaulan dengan teman-teman membuat saya melupakan begitu saja. Menurut saya pelaku bully itu tidak semuanya benar-benar jahat, mereka hanya kurang dalam akhlak dan biasanya tergolong kelompok bodoh.


Saya bukan satu-satunya korban bully di sekolah,  dan korban-korban bully lainnya sejauh pengetahuan saya pun melalui masalah ini dengan biasa saja. Saya adalah generasi X, kasus bunuh diri anak pada jaman saya tidak pernah terdengar, tidak ada satupun kawan sekolah saya yang dikabarkan bunuh diri.


Rhenald Kasali pernah berbicara tentang generasi strowberi, yaitu generasi yang nampak baik-baik saja bahkan anggun namun sangat mudah rusak oleh sedikit saja tekanan. Generasi strowberi mengarah pada generasi Z (gen Z) dan sebagian gen Y. Emosi generasi strowberi mudah dikacaukan meski oleh masalah yang remeh. Mengapa ?


Penulis sependapat dengan Profesor Stella (Wakil Menteri) bahwa kegiatan BERMAIN bersama teman pada anak sesungguhnya adalah kegiatan belajar yang sangat kompleks. Dalam kegiatan bermain anak berhadapan dengan bermacam konflik lengkap dengan penyelesaiannya yang seringkali tidak memuaskan semua pihak, namun secara umum bermain itu sendiri adalah hal yang amat  menyenangkan bagi anak.


Dalam kegiatan bermain, anak belajar sabar, toleransi, mengelola emosi, empati, kerjasama, support, dsb. Intinya anak berlatih menghadapi konflik berulangkali sekaligus keceriaan yang terus menerus terisi. Anak (terutama usia 9--11 tahun) yang puas merasakan "masa bermain" mungkin memiliki ketahanan mental yang lebih kuat.


Kegiatan bermain tidak hanya di lingkungan rumah, tapi terjadi pula di sekolah. Bermain itu penting, namun perlu pengawasan orang dewasa agar lebih terarah dan menjamin tidak ada pembulian. Pembulian harus dicegah, dan melatih anak agar memiliki mental kuat juga harus dilakukan.

______

Penulis 

Hamdan A. Batarawangsa, MPd.



08 November 2025

SUDAN REBUTAN EMAS

Saat ini Sudan, sebuah negara mayoritas muslim  di Afrika Tengah sedang mengalami perang saudara yang kebablasan menjadi genosida, yaitu pembantaian massal terstruktur kepada pihak lawan. Pihak yang bertikai adalah dua kelompok militer, yaitu militer reguler negara Sudan (SAF) dan militer non reguler (RSF). Petinggi RSF menolak dimasukan dalam struktur militer reguler (SAF) karena menghilangkan dominasi mereka atas sumber daya alam terutama emas yang sejak puluhan tahun sudah dinikmati. Saat ini eksploitasi emas di Sudan lebih dari 40 ton per tahun. 


Kok bisa ada militer non reguler (RSF) di Sudan ?

Keberadaan RSF berawal dari meletusnya pemberontakan masyarakat non Arab di Darfur tahun 2003. Presiden Omar al Bashir mempersenjatai masyarakat arab di Darfur (milisi, tentara bayaran) untuk melawan pemberontak, belum jelas alasan Bashir tidak mengirim militer resmi (SAF).


Setelah milisi berhasil mengatasi pemberontakan Darfur, mereka menjadi pasukan elite yang dikirim untuk meredakan berbagai perlawanan yang muncul di bantak daerah dan melayani kepentingan pribadi serta politik Bashir. Milisi juga diberi hak pengelolaan tambang emas di Darfur. Pada 2013 milisi elite ini diberi nama "Rapid Support Forces" (RSF) yang komandonya dibawah Departemen Pertahanan, bukan dibawah komando militer reguler.


Hak pengelolaan tambang emas menjadikan RSF berkembang menjadi organ para militer yang mapan secara finansial, memilki alat-alat berat menyaingi militer reguler. Dalam pengelolaan emas, RSF bekerjasama dengan beberapa negara terutama UEA.


Pada 2019 rezim Omar al Bashir berakhir, pada April 2023 RSF  menolak integrasi ke dalam militer reguler dan menyatakan perang terbuka kepada SAF.


Di Indonesia, kekuatan militer hanya dibawah komando Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ide membuat angkatan bersenjata di luar TNI (dulu bernama ABRI) pernah muncul dan ditolak pada tahun 1960an.

___________


Penulis

Hamdan A Batarawangsa